Tharekat Wa Naqsabandiyan

Silsilah Wa Naqsabandiyah

  1. Allah SWT
  2. Jibril AS
  3. Muhammad
  4. Abu bakar
  5. salman al-farisi
  6. Qosim ib Muhammad Abu bakar
  7. Jafar As Sidiq
  8. Abu Yazid Bustami
  9. Abu hasan Khaikani
  10. Abu Ali farmadi
  11. Syeh Yusuf Al hamdani
  12. Abd Kholiq Guzdawani
  13. Arif Riya Qari
  14. Muhammad Anjiri
  15. Ali Ramli
  16. M Baba samasi
  17. Amir kulaili
  18. Bahaiddin Al Naqsabandi
  19. M Alaudin Attari
  20. Yaqub Jarekhi
  21. Ubaidilah Ahrani
  22. Zahidi
  23. Darwisi Muhammad Baqi Billah
  24. Faruqi
  25. Al Maksum
  26. Saifuddin Afiif Muhammad
  27. Nur Muhammad Badawi
  28. Syamsudin Habibullah
  29. Abdullah Al dahlawi
  30. Abu Said Al-Ahmadi
  31. Ahmad said
  32. M Jan Al maki
  33. Khalil Hilmi
  34. Ahmad Khotib Sambas
  35. Haqqi Al-Nazizi

Tharekat Qodiriah Wa Naqsyabandiyan

Silsislah Tharekat Qodiriah

  1. Allah SWT
  2. Jibril AS
  3. Muhammad SAW
  4. Ali bin abi tholib
  5. Husaion Bin Ali
  6. Zaenal Abidin
  7. M. Al Baqir
  8. Jafar Sidiq
  9. Musa Al Qadim
  10. Ali bin Musa Alrido
  11. Ma’ruf Al Kahri
  12. Sarri Sakoti
  13. Abu Qasim Junaedi Al Bagdadi
  14. Abu Baqrin Al Sybli
  15. Abd. Wahid Al Tamimi
  16. Abu Alfuraj Al Turtusi
  17. Abu Hasan Ali Al Karakhi
  18. Abu said Mubarok Al Majmumi
  19. Abdul Qodir Aljaelani
  20. Abd Aziz
  21. M. Hattaq
  22. Ayamsudin
  23. Syarifudin
  24. Murudin
  25. Waliyudin
  26. Hisyamudin
  27. Yahya
  28. Abu Bakar
  29. Abd Rahim
  30. Usman
  31. Abd Fatah
  32. M Murad ( Makah)
  33. Syamsuddin ( Makkah)
  34. Ahmad Khotib As Sambasi ( wafat di makah 1978)

3 Potensi Manusia Supaya Hidup Seimbang

3 Potensi manusia supaya hidup seimbang

1. Jasad

2. Akal

3. Ruh

Jasad akal dan ruh ini masing masing haus kita beri makanan bergiji, apa makan jasad, apa makana  akal dan apa makana ruh ?

apabila ketiga potensi ini, kita tidak bisa menyuplainya maka hidup kita tidak akan seimbang.

Pertama, jasad ; apa makanan jasad ? saya kutip dari Al-Quran Al-Baqarah ayat 168 ” Wahai manusia ! makanlah dari ( makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan jaganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sungguh setan itu musuh yang nyata bagi mu” jadi sudah jelas bahwa makan jasad adalah apa-apa yang biasa kita makan sehari-hari seperti nasi, sate, bubur, jagung dll dan apa-apa yang dimakan melali mulut serta dikeluarkan emalalui dubur, itu bisa dikatagorikan sebagai makana jasad, tapi yang haris kita garisbahwahi dan paling urgent disini adalah kata HALAL dan BAIK. artinya  bahwa makanan yang kit amakan hatruslah mengandung gizi dan baik bagi tubuh dan baik pula menurut Agama alias HALAL. sahabat-sahabat coba bayangkan jika kita tiga hari tidak makan nasi dan teman-temannya maka kita yakini bahwa tubuh/jasad kita akan lemas, tentunya yang lemas bukan akal atau ruh, karena makana ini tidak masuk keranan itu. makanan jasad yang ke-dua adalah tidur, saya kutif dari surat An-Naba Ayat 9″ dan kami telah menjadikan tidurmu untuk istirahat” . jadi teman-teman semua, mungkin kita pernah merasakan karena banyaknya tugas atau aktifitas lembur, sehingga mata kita tidak terlelap begitu lama , maka rasanya badan/jasad inipun akan lemas juga, coba teman-teman semua jangan tidur selama 4 hari berturut-turut , rasanya badan ini melayang-layang dan matapun memerah serta tubuh dibuat lemas. makanan jasad yang ke-tiga adalah seksual, tentunya seks yang telah halal menurut syariat Agama , kenapa seks dikatakan sebagai makanan jasad, saya kutif dari Al-Quran ” Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21]. coba rasakan bagi sahabat-sahabat yang sudah menikah, apabila kita tidak melakukan ibadah yang satu ini, kayaknya JANGAR juga :-) dan ini berefek pada jasad dan tubuh.

kedua adalah AKAL, ternyata sahabat-sahabat semuanya, akal juga perlu kita kasih makan, apa yah makanan akal ? …….. saya kutif dari Al-Quran juga “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” [Al Baqarah 31]  yang saya dapat tarik dari ayat ini, ternyata makanan akal adalah ilmu, dalam ayat ini yang bisa membedakan kelebihan antara malayikat dan manusia adalah manusia diberikan potensi akal. ilmu bisa didapat dari membaca Al-Quran, mendengarkan ceramah-ceramah keagamaan, mempelajari kitab kuning dari ulama salafi, buku-buku bacaan, berita diskusi dengan teman. mungkin teman-teman semua pernah merasakan , bagaimana kacaunya fikiran kita ketika tindakan atau keputusan tidak dibarengi dengan ilmu, maka hasilnya tidak sempurna, dan biasanya orang-orang yang menyepelekan ilmu, hidupnya akan sok pintar, merasa benar, initnya merasa paling segalanya. terkadang ilmu yang sudah didapatkanya menutupi kepada ilmu yang akan diterimanya. denagn asumsi telah cukup ilmu. orang yang seperti ini bisa dipastikan hidupnya tidak tawajun (seimbang). jadi ilmu ini penting, bukan untuk makanan jasad atau makan ruh, tapi jelas bahwa ilmu ini adalah makan akal, dimana letaknya akal ?? itu PR buat teman teman semua, bisa sharing dengan saya di email saya atau HP saya.

Ketiga adalah RUH , eh ternyata ruh juga mempunyai makanan, apa makanan Ruh ? sambal tersi? tentunya bukan saudara . saya kutif dari Al-Quran : “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram (Q.S Ar Rad 28). Makanan Ruh adalah Dzikir. tentunya teman-teman sudah tahu arti dari Dzikir, secara umum Dzikir itu berarti mengigat tau ingat. sebelum membicarakna Dzikir, maka kita bahas dulu kata Mengingat/ Ingat, teman temans emua ingat ngga ke saya ? tentunya tidak kan. kenapa tidak ingat , karena belum pernah bertemu belum pernah meraba, belum pernah bercakap-cakap dan bahkan belum pernah dipertemukan, jadi kalau begitu ingat itu harus pernah bertemu atau dipertemukan. saya ngawur sebentar teman-teman. teman teman ingat tidak ke Allah ?, yang jadi pertanyaan adalah, ingat terhadap apanya, karena belum pernah bertemu, belum pernah melihat, belum pernah merangkul, intinya belum pernah dipertemukan, jadi ingat terhadap apanya, bingung yah…… , saya kasih gambaran; saya tanya saudara saya, katakanlah beliau kang Nunu, saya tanya, “kang nunu ingat ngga ke temen saya, namanya si budi”, kang Nunu Berkata ” tidak”. ” nih , saya kasih gambaran temen saya si budi nih, si budi itu baiki, dermawan, pintar, cerdas, ramah”. sekarang saya tanya yang ke-dua kalinya ke kang Nunu ” ingat ngga ke si Budi, temen saya?” , kang Nunu menjawab, “ingat”, ” ingat terhadap apanya” kang nunu menjawab “Si Budi itu Baik, dermawan, pintar, cerdas, ramah” ” ya ya ya ya”

jadi kang nunu itu ingatsi budi terhadap sifatnya, buka terhadap dzat si budi, secara garis besarnya, Jadi ingat ke Allah Itu, berarti mengingat dengan keyakinan. terhadap apanya?, tentunya sifatnya, atau para ulama menyebutnya dengan asmaulhusnanya. saya ambil kata sifat Allah satu saja” Arrojak” artinya yang maha memberi rijki, yakin ngga teman-teman semua bahwa Allah yang memberi Rijki ? kalau yakin ya sudah, berati anda telah berdzikir yang sebenar-benarnya kepada Allah dengan keyakinan anda. kata siapa bahwa Allah SWT maha pemberi Rijki, kata nabi kita Muhammad SAW, kenapa karena NAbi kita pernah bertemu dan bertatap muka dengan Allah ( walohu’alam). jadi temen saya kag nunu , yakin kepada si budi memiliki sifat itu, karena adanya saya yang telah meyakinkan, padahal kang nunu belum ketemu langsung dengan budi. begitu juga dengan bapa dan ibu teman-teman semua, ingat kepada Allah karena ada yang meyakinkan, sipa ?, yaitu Rasul, sahabat, tabi’in, ulama/Mursyid yang kamil mukamil. atau ustad-ustad di daerah kita.

yang jadi masalah adalah metoda untuk memberikan makan terhadap ruh kita harus benar caranya yaitu melaui proses belajar pada manusia yang telah mengenal , mungkin saja bertemu dengan keagungan, kekuasaan Allah Swt, tentunya mungkin di zaman sekarang, katakanlah  Mursyid, karena Rasul sudah tidaka da, sahabat sudah tidak ada, tabi;in tidak ada dan satu-satunya manusia yang sempurna dan bisa menyempurnakan orang lain adalah Mursid yang kamil mukamil. Metodanya Tarekat dan Amalannya Dzikrullah

Kesimpulannya, saya mengingatkan diri saya sendiri dan mudah udahan jadi inspirasi buat teman-temen. jasad, akal dan ruh ini, sewaktu-waktu bisa mengalami sakit, tentunya kalau jasad sakit kita datang kepada siapa ? jawabnya dokter atau herbalis. akal sakit maka kita akan mendatangai siapa? tentunya kita mendatangi guru ilmu sesuai dengan apa yang kita butuhkan dari guru ilmu tersebut, NAH!!!! kalau ruh sakit? kita harus pergi kemana ? dokter buka, guru Sd juga bukan, dosen, juga bukan, karena bukan bagiannya. satu satunya yang harus kita datangi ketika ruh kita sakit, adalah Mursyd Kamil Mukamil tadi. jadi ketika jasad, ruh, akal diberikan makan setiap hari secara optimal maka hidup kita akan jauh lebih seimbang dari pada sekarang. JAKINI LAH ITU. saya bisa pastikan ketika anda mempraktekan tulisan saya ini, hidup anda akan jauh lebih berarti dari pada sebelumnya.

Semoga Bermanfaat

21 Pebruari 2012